Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
Pemerintahan Kota Medan
Penerapan KIA Segera Diuji Coba di 50 Kabupaten/Kota
Disdukcapil Medan   26 November 2015   0 Comment   2830

JAKARTA – Ditjen Kependudukan dan Catatan Sipil akan menguji coba penerapan  Kartu Identitas Anak (KIA) di 50 kabupaten/kota pada tahun 2016. “Selanjutnya, pada tahun 2017 akan diterapkan menyeluruh di semua kabupaten/kota di Indonesia, ” ujar Dirjen Dukcapil  Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, SH., MH, dalam ‘Dialog Kemitraan Pers’ di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, pada 10 November 2015.

Dalam dialog bertema “Kepemilikan KTP untuk Anak Sebagai Bentuk Pemenuhan Hak Konstitusional Warga Negara” itu, Dirjen Zudan juga mengemukakan alokasi anggaran untuk pelaksanaan uji coba tersebut sebesar Rp 8.798.910.000. Sedangkan harga KIA disebutkan sebesar Rp 1.400 per keping.

KIA diberlakukan bagi anak yang maksimal berusia 17 tahun kurang sehari, karena terkait dengan ketentuan batas usia kepemilikan KTP yaitu 17 tahun. Ketentuan lainnya a.l. KIA untuk anak berusia 0 hingga 5 tahun tidak dilengkapi dengan foto. Anak berusia 5 hingga 17 tahun kurang sehari diberikan lagi KTP dengan foto identitas yang bersangkutan. Setelah berumur 17 tahun diberikan KTP-elektronik.

Menurut Dirjen Dukcapil, “Dalam penerbitan KIA sekaligus diterbitkan Akta Kelahiran yang bersangkutan dan juga perubahan Kartu Keluarga orang tuanya”. Dijelaskan juga bahwa Penerbitan KIA dilakukan setelah penerbitan NIK.

Saat ini terdapat beberapa daerah telah menerbitkan kartu identitas anak a.l. Kota Surakarta, Kota Malang, Kabupaten Bantul, Kota Yogyakarta dan Kota Makassar. Agar tidak terjadi perbedaan, katanya, Kementerian Dalam Negeri akan menerbitkan Peraturan Mendagri tentang Pedoman Penerbitan Kartu Identitas Anak.

Dirjen Zudan juga menjelaskan manfaat dan kegunaan KIA. Pertama, sebagai tanda pengenal atau bukti diri. Kedua, untuk persyaratan pendaftaran sekolah. Ketiga, melakukan transaksi keuangan di perbankan atau lembaga lain seperti PT Pos Indonesia. Keempat, pelayanan kesehatan di Puskesmas atau rumah sakit. Kelima, pembuatan dokumen keimigrasian. Keenam, untuk mengurus klaim santunan kematian. Ketujuh, mencegah terjadinya perdagangan anak. Kedelapan, untuk keperluan lain yang membutuhkan bukti diri si anak.

Penerbitan KIA merupakan perwujudan kehadiran negara dalam meningkatkan kualitas publik, kata Dirjen Dukcapil. “Di samping sebagai tanda pengenal atau bukti diri,  KIA akan menjadikan anak dapat melakukan pelayanan publik secara mandiri, dan memenuhi kebutuhan dirinya dengan mudah, cepat dan murah seperti dalam kegiatan pendidikan, kesehatan maupun kegiatan sosial lainnya,” jelasnya.

Ada pun dasar hukum KIA antara lain Pasal 27 UU No. 35/2014 tentang Perubahan Atas UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak, serta UU No. 23/2006 tentang Administrasi Kependudukan, sebagaimana telah diubah dengan UU 24 tahun 2013.

Jumlah Penduduk Kota Medan
Jumlah Penduduk Kota Medan Pada Tahun 2018 Semester Satu

Laki-Laki

Perempuan

Kalender Kegiatan
November 2019
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Ming
123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930
Lihat Kalender Kegiatan

Video
Polling
BAGAIMANA MENURUT ANDA TAMPILAN DAN ISI DARI WEBSITE INI?

Statistik Website

  Jumlah pengunjung hari ini : 1
  Jumlah pengunjung bulan ini: 6.040
  Jumlah hits hari ini : 3.340
  Total hits : 3.931.231
  Total pengunjung : 83.818
  Jumlah pengunjung online: 1

Browser :
Waktu :

Copyright © 2013-2019 DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL PEMERINTAH KOTA MEDAN V.02, hak cipta dilindungi undang-undang
Jl. Iskandar Muda No. 270 Medan, Sumatera Utara, Indonesia.
Telp. +62 61 4527110, Fax +62 61 4529792
e-mail:disdukcapil.medan@gmail.com